Apa Itu Hukum Charles?
Hukum fisika Charles, atau lebih dikenal sebagai Hukum Charles’s Law, menggambarkan hubungan antara volume gas dan suhu dalam kondisi tetap tekanan. Hukum ini dinamakan menurut ilmuwan fisika Prancis, Jacques Charles, yang mempelajari perilaku gas pada abad ke-18.
Hukum Charles menyatakan bahwa volume gas yang dipegang konstan akan berbanding lurus dengan suhu dalam skala termometer Celsius atau Kelvin. Dengan kata lain, jika suhu gas meningkat, maka volumenya juga akan meningkat, dan sebaliknya, jika suhu gas menurun, volumenya juga akan menurun, asalkan tekanan tetap.
Sejarah Hukum Charles

Hukum Charles, juga dikenal sebagai Hukum Charles’s Law, ditemukan oleh seorang ilmuwan fisika Prancis bernama Jacques Charles pada akhir abad ke-18. Jacques Charles lahir pada tanggal 12 November 1746 di Beaugency, Prancis. Ia adalah seorang peneliti yang tertarik pada sifat-sifat gas.
Pada tahun 1787, Jacques Charles melakukan serangkaian eksperimen yang melibatkan pengukuran volume gas dalam hubungannya dengan suhu. Ia memperoleh kesimpulan bahwa, pada kondisi tekanan yang konstan, volume gas akan berubah secara proporsional dengan perubahan suhu dalam skala Celsius.
Hasil eksperimen ini diterbitkan dalam karya ilmiahnya yang berjudul “Recherches sur la dilatation des gaz et des vapeurs” pada tahun 1787. Dalam karyanya tersebut, Jacques Charles menyajikan hukum matematis yang menggambarkan hubungan antara volume gas dan suhu, yang sekarang dikenal sebagai Hukum Charles.
Hukum Charles memainkan peran penting dalam pengembangan ilmu termodinamika gas. Kontribusinya membantu memperluas pemahaman kita tentang perilaku gas pada berbagai kondisi suhu dan tekanan. Hukum ini juga merupakan dasar bagi hukum gas ideal yang lebih luas yang menggambarkan hubungan antara volume, tekanan, dan suhu gas.
Sejak penemuan Hukum Charles, pemahaman kita tentang sifat gas dan hubungannya dengan suhu terus berkembang, dan hukum ini tetap menjadi konsep dasar yang diajarkan dalam ilmu fisika hingga saat ini.
Bunyi Hukum Charles
Hukum Charles dinyatakan dalam bentuk matematis sebagai berikut:
V₁ / T₁ = V₂ / T₂
Di mana:
V₁ : volume awal gas,
T₁ : suhu awal gas dalam skala Celsius atau Kelvin,
V₂ : volume akhir gas setelah perubahan suhu,
T₂ : suhu akhir gas setelah perubahan suhu.
Secara verbal, hukum ini dapat diungkapkan sebagai berikut:
“Pada kondisi tekanan yang konstan, volume gas akan berbanding lurus dengan suhu gas dalam skala Celsius atau Kelvin.”
Dengan kata lain, jika suhu gas meningkat (T₂ > T₁), maka volumenya juga akan meningkat (V₂ > V₁), dan sebaliknya, jika suhu gas menurun (T₂ < T₁), volumenya juga akan menurun (V₂ < V₁), asalkan tekanan tetap.
Dengan demikian, perubahan suhu pada gas dapat menyebabkan perubahan volume yang proporsional. Hukum Charles’s Law menyediakan kerangka kerja matematis yang membantu memahami dan menggambarkan hubungan ini.
Contoh Penerapan Hukum Charles
- Balon udara panas
Penerapan Hukum Charles yang pertama adalah balon udara panas. Ketika udara di dalam balon udara panas dipanaskan, suhu udara di dalamnya meningkat. Sesuai dengan Hukum Charles, volume udara di dalam balon akan meningkat proporsional dengan kenaikan suhu. Akibatnya, udara yang terperangkap di dalam balon akan mengembang, mendorong balon untuk naik. - Tabung gas
Penerapan Hukum Charles yang kedua adalah tabung gas. Jika sebuah tabung gas yang berisi udara dipanaskan, misalnya ketika tabung gas terkena sinar matahari langsung, suhu udara di dalam tabung akan meningkat. Menurut Hukum Charles, volume udara dalam tabung akan meningkat sesuai dengan kenaikan suhu. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan dalam tabung, yang dapat berdampak pada penggunaan tabung gas dalam aplikasi seperti sistem pemanas ruangan atau kompor gas. - Termometer gas
Penerapan Hukum Charles ketiga adalah Termometer gas. Termometer gas, seperti termometer gas dengan skala Celsius atau Kelvin, juga mengikuti Hukum Charles. Ketika suhu gas di dalam termometer meningkat, volume gas di dalamnya juga akan meningkat. Ini akan terlihat pada skala termometer yang menunjukkan perubahan suhu sesuai dengan perubahan volume gas. - Karet ban yang dipanaskan
Penerapan Hukum Charles keempat adalah karet ban yang dipanaskan. Ketika ban kendaraan yang terbuat dari karet dipanaskan oleh panas sinar matahari atau gesekan dengan jalan panas, suhu karet meningkat. Sesuai dengan Hukum Charles, volume karet ban akan meningkat proporsional dengan kenaikan suhu. Akibatnya, ban dapat terlihat sedikit membesar saat panas.
Contoh Soal Hukum Charles
Berikut adalah contoh soal dan jawaban yang menggambarkan penerapan Hukum Charles:
Soal:
Sebuah balon udara panas awalnya memiliki volume 2 liter dan suhu 25°C. Jika suhu udara di dalam balon dinaikkan menjadi 50°C, berapa volume balon udara panas tersebut?
Jawaban:
Diketahui:
V₁ (volume awal) = 2 liter
T₁ (suhu awal) = 25°C = 25 + 273 = 298 K
T₂ (suhu akhir) = 50°C = 50 + 273 = 323 K
Menggunakan Hukum Charles:
V₁ / T₁ = V₂ / T₂
Substitusi nilai:
2 / 298 = V₂ / 323
Langkah-langkah untuk menemukan V₂ (volume akhir):
Cross-multiply:
2 * 323 = V₂ * 298
646 = 298V₂
Pisahkan V₂ dengan membagi kedua sisi persamaan dengan 298:
V₂ = 646 / 298
V₂ ≈ 2.17 liter
Jadi, volume balon udara panas setelah suhu dinaikkan menjadi 50°C adalah sekitar 2.17 liter.
Perhatikan bahwa dalam contoh ini, kita menggunakan konversi suhu dari Celsius ke Kelvin dengan menambahkan 273 karena Hukum Charles beroperasi dalam skala Kelvin.







