Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi menularkan jiwa cinta tanah air dan Bela Negara kepada 4.900 mahasiswa baru dan sivitas akademika UMSU tahun 2016, dalam satu acara kuliah umum  di Kampus Jalan Kapt. Mukhtar Basri, Sabtu (3/9). Kuliah Umum itu sebagai acara penutup dari serangkaian PKKMB dan Masta Ta’aruf  Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang dilaksanakan secara kolosal selama 7 hari.

Pada kesempatan itu, Pangkostrad yang hadir didampingi Dandim 0201/BS Kolonel Inf. M. Ridwan dan pejabat Kodam I/BB  memotivasi untuk bersungguh-sungguh menuntut ilmu dan  menanamkan religiusitas kepada para mahasiswa baru agar menjadi generasi yang saleh dan cerdas sehingga kelak bermanfaat  bagi masyarakat dan negara.

Pangkostrad menyampaikan tujuh unsur yang diperlukan dalam Bela Negara, yakni pentingnya doa kepada Allah swt, rakyatnya harus punya mimpi besar untuk kemajuan negaranya, ada rasa kasih sayang antar sesama, ada contoh teladan, tidak mengenal menyerah, rela gotong royong serta rela berkorban untuk bangsa dan negara.

Pangkostrad menegaskan Bela Negara tanpa doa kepada Allah tidak ada gunanya. Kenapa negara kita masih seperti ini? Jawabannya ya karena kita sudah kehilangan tujuh unsur yang diperlukan dalam Bela Negara tersebut, kata Pangkostrad.

Pangkostrad yang juga putra Sumatera Utara menularkan jiwa Bela Negara dalam kuliah umum itu, dengan  turun dari podium menyapa mahasiswa dengan menggunakan mic wireless dan alat proyektor.
UMSU menyiapkan enam titik layar proyektor tidak hanya berisi materi teks melainkan gambar dan video/film. Sambil menjelaskan sesekali Pangkostrad melemparkan pertanyaan kemudian dijawab peserta layaknya interaksi orangtua dengan anak. Kemiliterannya yang humanis, berilmu dan religius membuat Pangkostrad dekat dengan mahasiswa.

Kedekatannya dengan mahasiswa karena Pangkostrad  juga mengkuliahkan anaknya di Fakultas Kedokteran UMSU.

Mendengar kabar itu langsung dari Pangkostrad di sela interaksinya, peserta bertepuk tangan sebagai luapan rasa bangga dan gembira mereka, karena ternyata anak seorang bintang tiga di jajaran TNI AD menitipkan anaknya untuk kuliah di UMSU.

Kemudian, karena jumlah peserta ribuan, selama satu jam setengah, Pangkostrad road show dari satu kelompok fakultas ke kelompok fakultas yang lain untuk menekankan betapa pentingnya Bela Negara agar bangsa ini bisa bangkit dari krisis tujuh unsur tersebut.

Pangkostrad menyuguhkan data-data ilmiah dan film yang mengajarkan dan menekankan pentingnya peran doa dalam kehidupan sehari-hari yang dapat mengubah takdir, begitu juga kasih sayang orangtua kepada anak yang harus diteladani untuk memunculkan sosok teladan hingga  pada menularkan jiwa rela berkorban untuk orang banyak dan bangsa.

Pangkostrad menegaskan, bangsa ini  mengalami krisis tujuh hal itu. Bangsa ini sudah kehilangan orang yang dapat dijadikan contoh teladan bagi sesamanya. Untuk itu Pangkostrad menyatakan komitmennya untuk mendukung dan mengkawal pengembangan UMSU sebagai pusat keunggulan bidang pendidikan untuk menghasilkan generasi bangsa yang bermanfaat terutama memajukan Sumut.”Dengan kalian (adinda mahasiswa) ada di sini ( kuliah di UMSU), dan memiliki jiwa Bela Negara, saya yakin Sumatera Utara akan maju. Mari kita doakan UMSU agar terus berkembang,” kata Pangkostrad disambut tepuk tangan. Usai memberikan kuliah umum,  mahasiswa baru berebut momen bersama Pangkostrad dengan berselfie. Kemudian atas komitmennya untuk mendukung pengembangan UMSU, Pangkostrad dan rombongan didamping Rektor Dr Agussani bersama pengurus Badan Pembina Harian UMSU meninjau lahan pembangunan kampus terpadu seluas 25 ha di Desa Sampali, Kab. Deliserdang. Di lokasi, Pangkostrad didampingi Dandim 0201/BS memanggil dan meminta langsung Koramil, Babinsa serta Kadus memberi dukungan penuh agar UMSU segera manfaatkan lahan baru untuk kepentingan pengembangan pendidikan di Sumut. “Ini untuk pendidikan, penting sehingga harus kita dukung. Saya di barisan depan, silakan  UMSU memulai pembangunannya,” tegasnya.

Pangkostrad diapresiasi

Sebelumnya, Rektor UMSU Dr Agussani, MAP menyampaikan apresiasi kepada Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi yang turut ambil andil dalam proses awal pembelajaran (Kuliah Umum Bela Negara) bagi mahasiswa baru di UMSU.

Kuliah Umum ini, lanjut rektor, sejalan dengan kebijakan  Kemenristek bahwa mahasiswa baru harus mendapat wawasan Bela Negara, maka sivitas akademika memilih Pangkostrad sebagai sosok yang pantas untuk menyampaikan materi Bela Negara di UMSU.

Menurut Rektor Dr Agussani, UMSU sebagau amal usaha Muhammadiyah berperan penting dalan mendidik anak bangsa bagian penting dalam Bela Negara. Belajar sungguh-sungguh bagi mahasiswa dan mengajar sungguh-sungguh bagi para dosen. Ini tidak terlepas dari Bela Negara. Selain itu UMSU berperan aktif dalam Bela Negara dengan menjadikan mata kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan wajib bagu mahasiswa.

Untuk itu, Rektor menyampaikan bangga kepada Pangkostrad yang terus aktif selalu  memberikan perhatian dan motivasi kepada mahasiswa dan memberikan dukungan pengembangan UMSU terutama  pada rencana pembangunan kampus terpadu di lahan baru seluas 25 ha di Sampali. Perhatian itu sebagai bukti Pangkostrad peduli terhadap pendidikan untuk kemajuan Sumatera Utara.

Selain Rektor UMSU, turut hadir pada acara kuliah umum Wakil Rektor I Dr Muhammad Arifin Gultom, Akrim, M.Pdi, Rudianto, M.Si, Sekretaris Rektor Gunawan, M.Th, dosen, sivitas akademika, pimpinan Badan Pembina Harian (BPH) UMSU, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah serta pimpinan Ortom Muhammadiyah seperti IMM se Komisariat UMSU dan IPM.(***)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *